a. pengaturan pkok keperawatan diperlukan untuk :
• Perlindungan terhadap masyarakat
• Perlindungan terhadap perawat ( case provider )
• Pengendalian IPTEK
b. Tujuan
• menciptakan lingkungan pelayanan keperawatan yang berdasarkan keinginan merawat ( caring environment )
• menjamin bentuk pelayanan kep. Yang aman bagi klien.
• Meningkatkan Hubungan kesejawatan ( kelegialitas )
• Membangkitkan jaringn kerja yang bermnfaat bagi klien.
• Meningkatkan tanggung jawab profesional dan sosial.
• Meningkatkan advokasi terutama bagi klien.
• Menigkatkan sistem pencatatan dan pelaporan keperawatan.
• Menjadi landasan untuk pengembangan karier tenaga keperawatan.
Legislasi Keperawatan.
A. Pengertian
Adalah proses pembuatan undang – undang atau penyempurnaan perangkat hukum yang sudah ada dan mempengaruhi ilmu dan kiat dalam praktek keperawatan ( Sand Robles, 81 )
B. Tujuan
1. Memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
2. menginformasikan kepda masyarakat tentang pelayanan keperawatan yang diberikan dan tanggung jawab para praktisi profesional.
3. memelihara kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan.
4. memberi kejelasan batas kewenangan setiap kategori tenaga keperawatan.
5. menjamin adanya perlindungan hukum bagi perawat.
6. memotivasi pengembangan profesi.
7. meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan.
C. Komponen Legislasi Keperawatan.
a. Registrasi
Proses administrasi yang baru ditempuh oleh seseorang perawat yang ingin melakukan pelayanan keperawatan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.
Tujuan:
• menjamin kemampuan perawat dalam melakukan praktek keperawtan sesuai kewenangan dan kompetensinya.
• Memperatahankan prosedur penatalaksanaan secara obyektif terhadap kasus kelalaian tugas atau ketidakmampuan melaksanakan tugas sesuai standart dan kode etik profesional.
• Mengidentifikasi jumlah dan kwalifikasi perawat profesional dan vokasional yang akan melakukan praktek keperawatan.
• Mempertahankan proses pemantauan dan pengendalian jumlah dan kwalitas perawat profesional dan vokasional yang akan melakukan praktik keperawatan.
b. Sertifikasi
adalah proses pengakuan terhadap peningkatan pengetahuan , ketrampilan dan perilaku ( kompetensi ) seorang perawat dengan cara memberi ijazah atau sertifikat.
Tujuan:
• Menyatakan pengetahuan , ketrampilan dan perilaku perawat sesuai dengan pendidikan tambahan yang diikutinya.
• Menetapkan klasifikasi , tingkat dan lingkup praktek keperawatan sesuai pendidikan tambahan yang dimilikinya.
• Memenuhi persyaratan registrasu sesuai area praktek keperawatan.
c. Lisensi
proses administrasi yang dilakukan oleh suatu badan independent, berupa penerbitan / pembuatan surat izin praktek bagi tenaga keperawatan yang akan melakukan pelayanan / praktek sesuai dengan standar profesi di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.
Tujuan :
• Memberi kejelasan batas kewenangan tiap kategori tenaga keperawtan untuk melakukan praktek.
• Mengesahkan / memberi bukti untuk melakukan praktek keperawtan profesional.
Bentuk / Model praktik Keperawatan
Di Indonesia bentuk model praktik keperawatan yang akan dikembangkan adalah:
• Praktik keperawtan di puskesmas,
• Praktik keperawtan dirumah ( home nursing praktik )
• Praktik keperawtan berkelompok ( group nursing praktik )
• Praktik keperawtn Individu ( individual Nursing praktik )
Model Praktik Keperawatan Di Rumah Sakit.
• Private Duty Nursing ( sistem keperawatan kasus )
• Total nursing ( metode Aplikasi klien )
• Fungtional nursing ( keperawtan fungsional )
• Team nursing ( keperawatan Tim )
• Primary nursing ( keperwatan primer )
1. Private Duty Nursing ( sistem keperawatan kasus )
Askep yang diberikan pada klien secara menyeluruh baik di RS maupun dirumah.
Keuntungan :
Perawat hanya memfokuskan pada kebutuhan satu klien saja sehingga membina hubungan yang akrab dan tingkat kepuasan pasien lebih baik.
Kekurangan :
Mahal karena kurang efesien , mobilitas perawat jadi terbatas dan terisolasi dari rekan kerja yang lain.
2. total nursing ( metode aplikasi klien )
askep yang diberikan oelh seorang perawat pada seorang klien atau beberapa klien pada saat tugas jaga selama periode tertentu atau sampai klein pulang.
Kelebihan:
• Fokus keperawtan sesuai dengan kebutuhan klien.
• Memberikn kesempatan untuk melakukan keperawatan yang komperensif.
• Perawat untuk selalu bersama klien selam bertugas.
• Mendukung penerapan proses ASKEP
• Kepuasan tugas secara keseluruhan dapat tercapai.
Keurangan :
• Beban kerja tinggi jumlah klien banyak.
• Bagi peserta didik sulit untuk melatih ketrampilan dalam melakukan keperawtan dasar.
• Pendelegasian tugas terbatas.
3. Fungtional nursing ( keperawatan fungsional )
Askep yang diberikan berdasarkan tugas spesifik teknis ( tindakan keperawtan dasr )
Keuntungan :
• secara administratif sangat efisien karena setiap perawat mendapat tugas yang spesifik untuk sejumlah pasien.
• Perawt trampil untuk tugas / pekerjaan tertentu.
• Mudah memperoleh kepuasan kerja bagi perwat setelah selesai melaksanakan tugas.
• Memudahkan kepala ruangan untuk mengawasi staf atau peserta didik yang sedang praktik untuk ketrampilan tertentu.
Kekurangan:
• memungkinkan kebutuhan klien tidak terpenuhi secara keseluruhan ( pasien tidak puas )
• pelayanan keperawtan tidak total sehingga proses askep sulit dilakukan.
• Perawat dengan kompetensi profesional cenderung merasa bosan dan tidak dapat berkomunikasi / interaksi dengan pasien.
• Kepuasan kerja keseluruhan sulit dicapai dan sulit diidentifikasikan kontribusinya terhadap pelayangan klien.
• Perawat hanya melihat askep sebagai ketrampilan saja.
4. team nursing ( keperawtan tim )
askep yang diberikan oleh tim keperawatan yang terdiri dari ketua tim dan beberapa anggota yang terlibat dalam pemberian askep yang menjadi tanggung jawab tim.
Keuntungan :
• memberikan kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal.
• Memfasilitasi perlayanan yang komprehensif.
• Memungkinkan pencapaian proses askep.
• Konflik akan suatu perbedaan pendapat antara staf dpat ditekan melalui rapat tim ( cara efektif untuk belajar )
• Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda dengan aman dan efektif.
Kekurangan :
• memungkinkan terjadinya keterlambatan tindakan.
• Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung pada ketua tim atau anggota yang mampu
• Akuntabilitas dalam tim kabur.
• Tanggung jawab dalam tim sukar diterjemahkan.
5. primary nursing ( keperawatan primer )
askep diberikan oleh perawat secara menyeluruh selama klien dirawat dan bertanggung jawab 24 jam.
Keuntungan :
• model praktik keperawwatan profesional dilakukan atau diterapkan.
• Memungkinakn askep yang komprehensif.
• Memberi kepuasan kerja bagi keperawatan.
• Memungkinkan kepuasan bagi klien dan keluarga menerima askep.
Kekurangan :
• pelayanan keperawtan hanya dapat dilakukan oleh perawat dengan kemampuan profesional dan biayanya relatif tinggi dibandingkan metode lain.