Thursday, November 12, 2009

PMO

PMO adalah kependekan dari "pengawas menelan obat". Pasien TBC perlu pengawasan langsung agar meminum obatnya secara teratur sampai sembuh. Orang yang mengawasi dikenal dengan istilah PMO (Pengawas Menelan Obat). PMO sebaiknya orang yang dekat dan disegani oleh pasien TBC, misalnya keluarga, tetangga, atau kader kesehatan. PMO bertanggung jawab untuk memastikan pasien TBC meminum obat sesuai anjuran petugas Puskesmas/UPK. Pasien TBC mungkin saja merasa malu atau kesakitan karena mengidap TBC. Karenanya, PMO harus bisa menjadi sahabat yang siap mendengarkan keluhan pasien dan bisa membuat pasien merasa nyaman


Tugas PMO:
- Melihat pasien saat menelan obat anti TBC di tempat dan waktu yang telah disepakati.
- Jangan membiarkan pasien menunggu.
- Memastikan pasien minum obat sesuai dengan jadwalnya.
- Memastikan obat tersebut benar.
- Mencatat pada kartu berobat/buku pemantauan pasien setiap kali pasien menelan
obat.
- Memotivasi pasien agar tidak putus asa untuk minum obat secara teratur,
demi kesembuhannya.
- Menjelaskan kepada pasien tentang hal-hal yang berhubungan dengan TBC.
- Perhatikan bagaimana kondisi pasien dan diskusikan masalah-masalah yang muncul.
- Mewaspadai efek samping obat anti TBC.
- Mengingatkan pasien untuk memeriksa ulang dahak ke Puskesmas
- Memberi penyuluhan TBC kepada keluarga pasien.

Bagaimana Mendampingi Pasien Minum Obat?
-Siapkan semua obat anti TBC yang harus diminum pasien pada hari tersebut.
-Tuangkan segelas air untuk pasien (bila perlu, pasien dapat menelan obat TBC dengan
makanan atau bubur).
-Letakkan tablet di tangannya dan kemudian awasi pasien saat menelan obat.
-Bila pasien merasa sulit menelan obat sekaligus, biarkan pasien istirahat sejenak sebelum
menelan obat yang lain.
-Obat anti TBC untuk hari tersebut harus diminum pada saat yang bersamaan agar bisa bekerja
dengan baik.

Bagaimana jika pasien lupa minum obat?
• PMO harus cepat bertindak jika pasien lupa atau tidak menelan obatnya (meskipun hanya terlambat 1 hari).
• Segera kunjungi rumah pasien dan tanyakan masalah yang menjadi penyebab pasien tidak menelan obatnya.
• Hubungi Puskesmas dan minta bantuan mereka atas keterlambatan tersebut.

Bagaimana jika pasien akan pergi untuk beberapa lama?
• Hubungi Puskesmas dan minta saran mereka atas rencana kepergian pasien.
• Sediakan obat yang cukup kepada pasien untuk waktu disesuaikan dengan saran dari puskesmas.

Bagaimana jika PMO akan pergi untuk beberapa lama?
• Bicarakan dengan pasien untuk mencari pengganti PMO
yang bisa mendampinginya selama Anda pergi.