Tuesday, November 17, 2009

HOSPITALISASI

Pengertian:
Suatu proses yang karena alasan yang berencana atau darurat mengharuskan anak untuk tinggal di RS, menjalani terapi perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah.



Menurut WONG ( 2000 ), berbagai perasaan muncul saat anak dirawat di RS:
- Cemas
- Marah
- Sedih dan takut
- Rasa bersalah

Beberapa penelitian menunjukkan :
1. orang tua menjalani cemas yang tinggi terutama baru pertama kali anaknya dirawat di RS.
2. orang tua yang kurang mendapat dukungan emosi dan sosial keluarga , kerabat dan petugas kesehatan,
3. saat mendengar keputusan dokter tentang diagnosa penyakit anaknya ( Fiieddman 1997 )

Reaksi anak, orang tua dan saudara kandung terhadap hospitalisasi
1. Reaksi anak
• Masa bayi
Pada anak usia lebih dari 6 bulan terjadi stranger anxiety reaksi yg ditunjukan :
Menangis, marah, banyak melakukan gerakan, bila ditinggalkan ibunya akan merasa cemas karena perpisahan, respon terhadap perpisahan dan respon nyeri adalh menangis.

• Masa toddler
- cemas akibat perpisahan.
- Kehilangan kemampuan untuk mengontrol diri dan menjadi tergantung dengan lingkungan biasa mengalami regrasi.
- Nyeri terhadap perlukaan.

• Masa pra sekolah
- perpisahan : menolak makan, menangis, tidak kooperatif sm petugas.
- Kehilangan kontrol thdp dirinya
- Takut terhadap perlukaan.

• Masa sekolah
- cemas akibat perpisahan
- kehilangan kontrol
- nyeri terhadap perlukaan.

2. Reaksi orang tua
a. perasaan cemas dan takut
b. Perasaan sedih
c. Perasaan frustasi

3. Reaksi saudara kandung.
- rasa marah
- cemburu / iri hati ( merasa ortu lebih mementingkan saudaranya )
- benci ( selain kepada ortu, situasi tidak menyenangkan )
- rasa bersalah
- takut cemas dan kesepian.

Intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi
- meminimalkan stressor
- memaksimalkan manfaat hospitalisasi
- memberikan dukungan psikologis pada anggota keluarga.


Upaya meminimalkan stresor:
1. Melibatkan orang tua berperan aktif dalam keperawatan anak.
2. Jika tidak mungkin untuk roaming in, diberi kesempatan pad ortu untuk melihat anak setiap saat.
3. Modifikasi ruang perawatan anak.
4. Mempertahankan kontak dengan kegiatan sekolah.

Untuk mencegah perasan kehilangan kontrol dapat dilakukan dengan cara:
1. Hindarkan pembatasan fisik jika anak dapat kooperatif
2. buat jadwal kegiatan untuk prosedur terapi
3. fokuskan intervensi keperawatan.

Untuk meminimalkan rasa takut terhadap cedera tubuh dan rasa nyeri dapa dilakukan :
1. Mempersiapkan psikologis anak dan ortu untuk tindakan prosedur yang menimbulkan nyeri,
2. lakukan permainann terlebih dahulu sebelum melakukan persiapan fisik anak.
3. pertimbangkan untuk menghadirkan ortu pada saat anak akan dilakukan tindakan.
4. tunjukan sikap empati sebagai pendekatan utama dalam mengurangi rasa takut.
5. pada tindakan pembedahan, lakukan persiapan khsus jauh hari sebelumnya.

Memaksimalkan manfaat hospitalisasi
1. Memberi kesempatan ortu untuk mempelajari perkembangan anaknya dan reaksi selama perawatan.
2. hospitalisasi dapt digunakan sebagai media untuk berkonsultasi pada psikolog.
3. fasilitasi anak untuk menjaga sosialisasi dengan sesama pasien / petugas.
4. untuk meningkatkan kemapuan kontrol diri dapat dilakukan dengan memberi kesempatan kepda anak untuk mengambil keputusan dan berikan penguatan positif.