Sunday, October 18, 2009

Manajemen Keperawatan

Pengertian
- Fayol dalam swanburg ( 1999 )
1. Prediksi atau rencana menuju masa depan dan susunan rencana aktiv
2. organisir, memimpin menuju kembangkan, satukan aktiv dan usaha
3. koordinasi dan pengendalian  perhatikan segala susuatu sesuai perturan.

- Follet
1. seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

- Stoner
1. proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha – usaha anggota organisasi lainya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.


Dari pengertian tsb
Seni  kemampuan atau ketrampilan pribadi
Proses  cara sistematis melakukan pekerjaan, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.

Manajemen
- Bekerja dengan orang – orang untuk menentukan , mengintreprestasikan dan mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi perencanaan , pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan dan kepemimpinan serta pengawasan.

Prinsip
1. Pembagian kerja
2. Wewenang
3. displin
4. kesatuan pemerintah
5. Kesatuan arah
6. meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan umum
7. balas jasa
8. sentralisasi
9. rantai scalar ( garis wewenang )
10. order
11. keadilan
12. stabilitas organisasi
13. inisiatif
14. semangat kerja sama

sejarah manajemen

1. frederik taylor ( 1856 – 1915 )
mengembangkan teori manusia ilmiah meningkatkan efisiensi metode – metode produksi industri.

2. Henry fayol ( 1841 – 1925 )
Adanya pembagian kerja dan tugas dalam organisasi

3. Max Weber ( 1864 -1920 )
Struktur birokrasi, ideal untuk organisasi besar

4. Elton mayo & Fritz Roethlisberger
Pengaruh teman kerja membentuk norma kerja,

5. Kurt Lewin
Iklim tempat bekerja menentukan perilaku pekerja dan mengenalkan teori berubah

6. Douglas Mc Gregor
Mengembangkan teori yang menekankan pada sifat – sifat manusia dan bawaannya. (teori X & Y )

7. Chris Argris
Menyataan :
- sturktur baku  kedewasaan yang wajar
- peraturan yang keras sehingga merangsang karywan pasif, teragantung dan menurun kepuasan serta kesehatan

8. Rensi Likert
Kepercayaan, komunikasi menghasilkan efektivitas

9. Henry Mintzberg
Tindakan – tindakan manjer : singkat, bermacam – macam

10. Konsep Manajemen Jepang
• Perbaikan yang berkelanjutan : anggota organisasi perlu mengarahkan upaya lembaga
• Rasa malu karyawan digerakkan dan didukung sampai berhasil.
• Ouchi ( 1981 ) mengenalkan teori Z

MANAJEMEN KEPERAWATAN
1. Gillies 1994
Proses pelaksanaan keperawatan melalui staf keperawatan : askep pengobatan dan rasa aman kepada klien , keluarga dan masyarakat

Manajemen keperawatan harus merencanakan , mengorgsnisir, mengarahkan dan mengontrol efektiv dan ekonomis

2. Swanburg & Swanburg 99
Berhubungan dengan fungsi manajemen :
Perencanaan, pengorganisasian, pengaturan staf, memimpin, mengendalikan aktivitas upaya keperawatan.

3. Douglass 1992
- Proses pencapaian tujuan organisasi melalui orang lain.
- Planning, direction, coordinating & kontroling, icluding leadership, giving direction, developing staff, monitoring operation, giving reward fairlyand representing, both staff members and administration as needed.
- Proses pelaksanaan keperawatan melalui anggota staff keperawatan dalam memberikan perawatan, pengobatan, dan rasa nyaman kepada pasien.

4. Huber 2000
Koordinasi dan integrasi dari sumber daya keperawatan dalam penerapan proses manajemen untuk menyelesaikan asuhan keperawatan serta mencapai tujuan sasaran.







Dilakukan disemua tingkatan manajerial

Ditinjau dari setiap fungsi
- Perencanaan
Manajer memikir kegiatan sebelum melaksanakan.

- Pengorganisasia
Manajer mengkoordinasi SDM & material

Kemampuan menyusun sumber daya mencapai tujuan

Kekuatan organisasi  vital dalam menajerial
- Pengarahan
Mengarahakan , memimpin, dan mempengaruhi bawahan mempekerjakan pekerjaan paling baik

- Pengawasan
Upaya menjamin organisasi bergerak ke arah tujuan apabila salah meluruskannya.

Komponen atau elemen Manajemen berupa system ( Gillies, 1994 )

1. Input
Personil, peralatan, fasilitas dan klien

2. proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam pelayanan keperawatam

3. out put
pelayanan keperawatan, pengembangan staff dan riset.

4. kontrol
filosofi, tujuan keperawatan, budget keperawatan, peraturan akreditasi.

5. umpan balik
aporan keuangan, kualitas, servey kendali mutu, laporan akreditasi.


Fungsi system
Merubah informasi, energi atau bahan produk yang merencanakan untuk digunakan dlam system, diluar atau keduanya.

Prinsip dasar pendekatan system
1. Pemecahan masalah membutuhkan penelitian thd situasi keseluruhan
2. dalam analisa manajer keperawatan mempunyai anggapan setiap sub system merupakan bagian dari system.
3. tujuan pokok system harus dapat diidentifikasi pelaksana.
4. merupakan system informasi.
5. system terbuka terkait dengan lingkungannya
6. system kompleks dipecah kedalam sub system
7. system terdiri dari seperangkat obyek & hubungan – hubungannya.
8. suatu perubahan dalam suatu unsur  unsur – unsur lain
9. apabila output merupakan input sub system  perubhan sub system
10. Cenderung kearah equilinbrium
11. batas system dapat digambar ulang oleh analis system
12. harus diarahkan secara kuat untuk mencapai yang diatut oleh feed back.

Keuntungan pendekatan System
Menyoroti hubungan input – output
- Menjelas langkah proses dan saluran – saluran
- Mengidentifikasi inti pengawasan secara umum
- Memudahkn perubahan skala luas & multi arah

Prinsip umum menajeman keperawtan ( swanburg 1999 )
1. Berdasarkan : perencanaan karena merupakan hal utama dari fungsi dan aktifitas manajemen.
Manajer mandapat resiko pengambilan keputusan pemecahan masalah dan efek perubahan.,
Prosesn perncanaan : manajer menganalisa, mengkaji system, mengatur strategi tentukan tupan & tupen mengkaji sumber dan aktivitas spesifik serta prioritas.


2. Penggunanan waktu efektif penting manajer keperawtan sesuai rencana.
3. pengambilan keputusan penting diseluruh tingkatan manajerial.
4. manajer mengelola kemampuan yang dimiliki perawat pelaksana : pengetahuan dan penerapannya , supervisi dan evaluasi baik proses ataupun hasil asuhan keperawtan
5. manajer tentukan tujuan sosial dicapai oleh staff keperawatan.
6. harus terorganisir sesuai kebutuhan
prinsip:
a. pembagian tugas
b. koordinasi
c. kesatuan komando
d. tanggung jawab dan kewenangan yang sesuai
e. hubungan staff dengan lini
f. adanya rentang pengawasan

7. perubahan  organisasi dapat berkembang sesuai situasi yang ada.
8. pembentukan budaya organisasi
9. pengarahan : delegasi, supervisi, koordinasi dan pengendalian
10. motivasi dari menajer diperlukan
11. komunikasi efektiv
12. pengembangan staff
13. pengendalian : penilaian pelaksanaan rencana, panet standar, perbaikan
14. fungsi manajemen dilaksanakan secara dependen dan independen.

Manajer efektiv :
1. Berperan sebagai pemimpin dalam kelompok.
2. Aktif dalam perencanaan
3. beri pengaraha kepada staff
4. monitor pekerjaan staff untuk mempertahankan kualitas produksi.
5. beri reward pada produksi yang berkualitas
6. beri kesempatan berkembang anggota staff
7. cukupi fasilitas baik administrasi maupun SDM

Tingkatan Manajer
- Manajer lini pertama ( front-lini, lower level )
- Manajer menengah ( middle level )
- Manajer puncak ( top level, chief executive officer / CEO )

Kemampuan Manajer
• Konseptual
Inisiatif dan intelektual

• Kemanusiaan
Berhubungan dengan kemampuan kepemimpinan

• Tehnis
Metode, proses, prosedur dan tehnis

• Administratif
Manajerial

Fralic and O’connor dalam swanburg ( 1999 )
1. Manajer puncak
a. Direktur
Kemampuan konseptual 75 %
Manajeman SDM 20 %
Kemampuan teknis 5%
Fokus pelayanan : manajerial dan kepemimpinan pada perencanaan , peramalan, dan pemasaran.

b. Asisten Direktur
Kemampuan konseptual 50%
Manajemen SDM 40 %
Kemampuan teknis 10 %
Fokus pelayanan tergantung pada tugas pokoknya.

2. manajer menengah
a. Kabid Keperawatan
Kemampuan konseptual 20 %
Manajemen SDM 70 %
Kemampuan teknis 10 %
Fokus pelayanan manajerial dan kepemipinan pada peningkatan kemampuan teknis staff keperawatan.

b. Supervisor Keperawatan
Kemampuan konseptual 20 %
Manajemen SDM 35 %
Kemampuan tehnis 45%
Fokus pelayanan pada penigkatan kemampuan tehnis keperawatan

3. manajer lini pertama
a. kepala ruangan
kemampuan konseptual 20 %
manajemen SDM 35 %
kemampuan teknis 45%
fokus pelayanan pada peningkatan kemampuan teknis keperawtan

b. kepala jaga
kemampuan konseptual 10 %
manajemen SDM 5%
kemampuan tehnis 85%
fokus pelayanan pada peningkatan kemampuan teknis

c. ketua tim
kemampuan konseptual 5%
manajemen SDM 5%
kemampuan teknis 90%
fokus pelayanan pada penigkatan kemampuan teknis keperawatan.