1. Sender
2. Message
3. Verval and Nonverbal Methods of message.
4. Receiver
5. Feedback
Aspek – Aspek Unik dalam Berkomunikasi terhadap Orang Tua
Dalam Pengkajian Psikososial :
1. Sendernya adalah Nurse
2. Messagenya adalah informasi tentang fungsi psikososial
3. Metode verbalnya adalah pertanyaan terbuka dan tertutup
4. Metode non verbalnya adalah tindakan dan sikap ( sentuhan, cara berpakaian, kerapian, sikap atau gerak isyarat, jarak fisik, bahasa tubuh, kontak mata, ekpresi wajah, tekanan volume suara.)
Lingkungan sangat menentukan pesan nonverbal apakah menghambat atau mendukung dalam pengkajian psikososial.
5. Receivernya adalah orang tua ( caregiver )
6. Feedbacknya tidak hanya ditentukan oleh pemahaman dari pertanyaan tetapi juga penerimaan lebih lanjut dari pertanyaan itu.
Hambatan2 yang dijumpai dalam berkomunikasi pada orang tua saat pengkajian psikososial:
- Gangguan sensory
- Gangguan pendengaran
- Gangguan visual
Sensory overload
Yaitu hambatan lain yang berpengaruh dalam pengkajian psikososial dan dapat menjadi masalah bagi orang tua. Contoh : gangguan kognitif
Sensory overload dapat disebabkan dari :
1. banyaknya informasi
2. banyaknya orang yang berkomunikasi dalam satu waktu.
Internal distraksi:
Nyeri, haus, lapar, fatigue, distensi blader, dll
Gangguan neurologi
Dapat mempengaruhi kemampuan bahasa dan komunikasi seperti pengaruh obat.
Defisit Kognitif
Akan mempengaruhi kemampuan mendengar, mengingat, merespon, pertanyaan
Hambatan verbal
- bahasa yang menghambat
- sikap atau kelakuan yang menghambat ( obstructiver manerisms) contoh : berpaling ketika berbicara
setting yang bisa menghambat.
Contoh:
- berbicara ketika sambil menuruni tangga
- mendorong kursi roda
- saat memberi perawatan atau aktifitas lain
berkomunikasi sosial pada saat memberikan perawatan tetapi tidak baik untuk menjawab pertanyaan / memberikan informasi.
Perbedaan kultur
Perbedaan bahasa
Berprasangka buruk, dan
Stereotipe
Teknik Komunikasi dengan Orang Tua
a. Komunikasi verbal dan non verbal
- Saling mengenalkan nama dan jabat tangan
- Gunakan sentuhan untuk memperkuat pesan verbal dan komunikasi nonverbal
- Menjelaskan tujuan
- Dimulai dari pertanyaan yang sederhana
- Gunakan pertanyaan terbuka – tertutup dan ciptakan suasana yang nyaman.
- Klarifikasi pesan secara periodik
- Pertahankan kontak mata, tingkatkan perhatian dan mendorong untuk memberikan informasi yang jelas.
- Bersikap empati
- Tanyakan keadaan2 yang paling mengancam
- Mintalah izin sebelum menanyakan pertanyaan2 status mental, memory dan kemampuan kognitif yang lain.
b. Interview lingkungan
- Posisi yang nyaman ( duduk ) dengan saling bertatap muka.
- Jaga privacy
- Berikan penerangan yang baik dan hindari cahaya yang terlalu silau.
- Hindari suasana yang terlalu gaduh
Komunikasi dengan Orang Tua yang Mengalami gangguan Pendengaran
- Berdiri atau duduk didepan klien
- Bertanya diarahkan pada telinga yang paling baik
- Berikan perhatian dan tunjukan wajah saudara
- Tergurlah nama sebelum pembicaraan dimulai
- Gunakan pembicaraan yang jelas, pelan dan diarahkan langsung pada klien.
- Hindari pergerakan bibir yang berlebihan karena mempengaruhi bahasa bibir.
- Hindari mengunyah, menutup mulut dan memalingkan kepala.
- Jika klien belum memahami, ulangi dengan menggunakan kata2 yang berbeda.
- Membatasi kegaduhan lingkungan
- Hindari penigkatan volume suara, coba tekanan suara lebih rendah sehingga terdengar cukup jelas.
- Berilah intruksi sederhana untuk mengetahui apakah klien tlah memahami atau belum
- Hindari pertanyaan tertutup
- Gunakan kalimat2 pendek
- Gunakan bahasa tubuh yang sesuai dengan berkomunikasi yang disampaikan.
- Demonstrasikan apa yang saudara katakan
- Gunakan alat bantu tulisan yang besar ( tebal ) dan gambar untuk melengkapi komunikasi verbal.
- Yakinkan hanya satu orang yang berbicara dalam satu waktu dan gunakan waktu secara efektif.
- Bila menggunakan alat bantu kaca mata yakinkan bahwa dalam keadaan bersih
- Berikan pencahayaan yang baik sehingga dapat melihat bibir saudara, tetapi dapat dicegah cahaya yang menyilaukan.