Monday, January 25, 2010

pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku

A. KESEHATAN
kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yg memungkinkan setiap orang hidup produktif secra sosial dan ekonomi (UU kes. No 23 thn 92)

keshtn a/ keadaan smpurna bail fisk, mentl maupun sosial dan tdk hx bbs dari penyakt dan ca2t (WHO)

Wujud dr msing2 aspek tsb dlm kes indvdu al sbb:
1. Kes fisk trwjud apbla se2org tdk mrs skt dan mmg scr kLinis tdk skt. Smua organ dlm tbuh nrmal dan brfungsi normal atw tdak ad g3an fx tbuh.
2. Keadaan mental, mencakup 3 kmponen yaitu pikiran, emosional dan spiritual.
a. Pikran yg sht trcermin dr cra berfikir sseorng, yakni mampu brfikir logis.
b. Emosional yg sehat tercermin dari kemampuan seseorg mengekspresikan emosix, mis, takut, gembira, dll
c. Spiritual yg sht trcermin dr cara se2org dlm mengekspresikan rs syukur, pujian atw penyembhan thp sang pencipta alam dan seisix.
3. Kesatan sosial trwjud apbl se2org mampu brhubngan dg org lain scr baik atau mampu berinteraksi dg org lain atau kelompok.
4. Keshtan dr aspek ekonomi trlht dari produktifitas seseorng ( dewasa ) dlm arti mempunyai kegiatan yg menghaslkan sesuatu yg dpt menyokng hdupx atau keluargax secr financial.
B. UPAYA KESEHATAN
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.

Upaya penyelenggaraan kesehatan dibedakan atas tiga :
a. Sarana pemeliharaan kesehatan primer ( primary care )
b. Sarana pemeliharaan kesehatan tingkat dua ( secondary care )
c. Sarana pemeliharaan kesehatan tingkat tiga ( tertiary care )

C. KESEHATAN MASYARAKAT
Sarana umum kesehatan mayarakat dikelompokkan menjadi dua :
1. Kesehatan individu
2. Kesehatan agregal atau kesehatan masyarkat

D. PERAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM KESEHATAN MASYARAKAT.
Kesehatan merupakn hasil interaksi berbagai faktor:
a. Faktor internal ( dari dalam diri manusia )
- Faktor fisik
- Faktor psikis
b. Faktor eksternal
- Sosial budaya masyarakat, lingkungan, fisik , politik, ekonomi, pendidikan dll.

Berdasarkan urutan besarnya ( pengaruh ) thdap kesehatan tersebut adalah :
1. Lingkungan , mencakup lingkungan fisik, sosial budaya, politik, ekonomi, dll
2. Perilaku
3. Pelayanan kesehatan
4. Hereditas


KONSEP PENDIDIKAN ( PROMOSI KESEHATAN )
Menurut L. Green ,perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor utama yakni:
1. Faktor predisposisi.
- Faktor predisposisi mencakup pngetahuan dansikpa masyarakat terhadap kesehatan , trdisi dan kepercayaan masyarakat thdp hal – hal yang berkaitan dengan kesehatan, sistem nlai yang dianut masyrakat , tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi dsb.
- Untuk perilaku misalnya pemeriksaan kesehtan bagi ibu hamildiperlukan pengetahuan dan kesadaran dari ibu tsb.

2. Faktor – fakor pemungkin. ( enabling factors )
- Faktor ini mencakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi masyarakat, misalnya air besih, tmpt pembuangan sampah dan tinja, ketersediaan maksan yang bergizi , termasuk puskesmas, posyandu, polindes, dll.
- Untuk berperilaku sehat , msyarakat memerlukan sarana dan prasarana.

3. Faktor penguat. ( reinforcing factors )
- Faktor2 ini meliputi faktor sikap dan perilaku tokoh masyarakat, tga, sikap perilaku petugas kesehatan,
- Termasukk juga UU ,PP baik dari pusat maupun dari daerah.

B. BATASAN PENDIDIKAN
Pendidikan secara umum adlah segala sesuatu yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu,kelompok, atau masyarakat sehingga mereka mau melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.

Unsur2 nya :
- Input adalah sasaran pendidikan dan pendidik
- Proses adlh upaya yg direncanakan untuk mempengarhi orang lain.
- Output  melakukan tindakan yang dilakukan.


D. VISI dan MISI PENDIDIKAN KESEHATAN ATAU PROMOSI KESEHATAN
Visi utama pendidikan kesehatan tidak terlepas dari UU kesehatanNo 23 /1992 maupun WHO yakni :
“ meningkatkan kemampuan masyarakt untuk memelihara danmeningkatkan derajat kesehatan baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.
Misi : untuk mencapai visi perlu upaya yang hars dilakukan. Yaitu :
1. Advokat ( adcvocate )
Melakukan kegiatan advokasi thdp para pengambil keputusan di berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan.
2. Menjembatani ( mediate )
Menjadi jembatan danmenjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan.
3. Memampukan ( enable )
Memberikan kemmpuan / ketrampilan kpd masyarakt agar mereka mmpu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.

E. STRATEGI
Strategi adalah cara untuk mencapai atau mewujudkan visi dan misi pendidikan /promosi kesehtan secara efektif dan efesien.
1. Strategi global menurut WHO, 1984.
- Advokasi
- Dukungan sosial
- Pemberdayaan masyarakat
2. Strategi Promosi kesehatan berdasarkan piagam ottawa.
- Kebijakan berwawasan kesehtan
- Lingkungan yang mndukung
- Reorientasi pelayanan kesehatan
- Ketrampilan individu
- Gerakan mayarakat

F. SASARAN
1. Sasaran Primer
Kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum, ibu hmil dan menyusui, anak sekolah untuk msalah remaja.
2. Sasaran sekunder
- Toma, toga, todat, sbg.
- Memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini akan memberikan pada masyarakat disekitarnya.
3. Sasaran tersier
- Para penentu kebijakan baik dari pusat / daerah.

G. RUANG LINGKUP
1. RL berdasrkan Aspek Kesehatan.

1. RL berdasarkan aspek kesehatan.
a. pedidikan kesehatan pada aspek promotif.
b. pendidikan kesehatan pada aspek pencegahan dan penyembuhan.
- pencegahan tingkat pertama ( resiko tinggi )
- pencegahan tingkat kedua ( untuk penderita penyakit kronis )
- pencegahan tingkat ke tiga ( baru sembuh dari sakit )

2. berdasarkan tatanan Pelaksanaan
a. promosi kesehatan pada tatanan keluarga.
b. Pendidikan kesehtan pada tatanan sekolh.
c. Di tempat kerja
d. Di tempat – tempat umum
e. Fasilitas pelayanan kesehatan.

3. Berdasarkan tingkat pelayanannya.
a. Promosi kesehtan
b. Perlindungan khusus
c. Diagnosis dini dan pengobatan segera
d. Pembatasan cacat
e. Rehabilitasi


H. SUB BIDANG KEILMUAN
1. Komunikasi
2. Dinamika kelompok
3. Pengembangan dan pengorganisasian masyarakat
4. Pengembangan Kesehatan Masyarkat Desa
5. Pemasaran sosial
6. Pengembangan organisasi
7. Pendidikan dan pelatihan
8. Pengembangan media
9. Perencanaan dan evaluasi pendidikan kesehatan
10. Antropologi kesehatan
11. Sosiologi kesehatan
12. Psikologi sosial.