- Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan sel-sel darah merah serta hemoglobin (Hb) sehingga sirkulasi zat dalam tubuh tidak berjalan secara normal. Keadaan ini akan berpengaruh pada semua organ tubuh, bertumpuknya CO2 dalam sel yang dapat meracuni sel atau setidaknya menurunkan efisiensi dan proses lainnya dalam tubuh.
- Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. ( wikipedia)
- Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).
B. Penyebab Anemia
Sumsum tulang membuat sel darah merah. Proses ini membutuhkan zat besi, dan vitamin B12 dan asam folat. Eritropoietin (EPO) merangsang pembuatan sel darah merah. EPO adalah hormone yang dibuat oleh ginjal. Anemia dapat disebabkan oleh rendahnya pembuatan sel darah merah. Anemia juga disebabkan kehilangan atau kerusakan pada sel tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia diantaranya Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut megaloblastik, dengan sel darah merah yang besar dengan warna muda.
Penyebab umum lainnya dari anemia yaitu:
1. Perdarahan hebat
- Akut ( mendadak )
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
- Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
2. Berkurangnya pembentukan sel darah merah
- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan asam folat
- Kekurangan vitamin C
- Penyakit kronik
3. Meningkatnya penghancuran sel darah merah.
- Pembesaran Limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Reaksi autoimun terhadap sel darah merah:
- Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
- Sferositosis herediter
- Elliptositosis herediter
- Kekurangan G6PD
- Penyakit sel sabit
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Penyakit hemoglobin E
- Thalasemia
C. Tipe – tipe Anemia
Secara umum, ada tiga tipe utama dari anemia berdasarkan ukuran sel darah merahnya:
a. Anemia mikrositik, ukuran sel darah merah lebih kecil dari normal. Penyebab utama tipe ini adalah anemia defisiensi Fe (besi) dan thalassemia (kelainan kongenital hemoglobin)
b. Anemia normositik, ukuran sel normal (tapi jumlahnya rendah). Biasanya terdapat pada penyakit kronik atau anemia yang berhubungan dengan penyakit ginjal.
c. Anemia makrositik, ukuran sel lebih besar dari normal. Terdapat pada anemia perniciosa atau anemia yang disebabkan alkohol. Alkohol dapat menjadi toksik terhadap sumsum tulang dan memperlambat produksi sel darah merah. Kombinasi dari banyaknya konsumsi alkohol, gizi buruk, defisiensi vitamin dan mineral menyebabkan anemia.
D. Gejala
Gejala awal yang sangat mudah dikenali dari kejadian anemia ini adalah rasa pening disaat otak kekurangan oksigen, letih, lesu, mudah lelah, pucat, kuku-kuku rapuh, kehilangan nafsu makan dan sakit di bagian perut.
E. Komplikasi anemia
- Komplikasi anemia pada umumnya yang ringan dapat berupa ; kurangnya konsentrasi, daya tahan tubuh yang berkurang, sampai yang berat bisa menyebabkan gagal jantung
- Anemia pada kehamilan dapat memberikan komplikasi
pada ibu berupa ; abortus,kelahiran prematur,waktu bersalin yang berkepanjangan/lama,pendarahan persalinan,shock,gagal jantung
Pada anak beruoa ; prematur,kematian janin,cacat bawaan,cadangan besi yang kurang
- Komplikasi anemia pada anak dapat berupa penurunan kecerdasan, terganggunya perkembangan koordinasi mental maupun motorik serta mempengaruhi emosi bayi sehingga lebih penakut, ragu- ragu. Dan bila tidak diindahkan kelainan ini bisa bersifat irreversible.
F. Akibat Anemia
Akibat anemia pada :
a. Anak-anak :
- Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.
- Menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak.
- Meningkatkan risiko menderita penyakit infeksi karena daya tahan tubuh menurun.
b. Wanita :
- Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit.
- Menurunkan produktivitas kerja.
- Menurunkan kebugaran.
c. Remaja putri :
- Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.
- Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal.
- Menurunkan kemampuan fisik olahragawati.
- Mengakibatkan muka pucat.
d. Ibu hamil :
- Menimbulkan perdarahan sebelum atau saat persalinan.
- Meningkatkan risiko melahirkan Bayi dengan Berat Lahir Rendah atau BBLR (<2,5 kg).
- Pada anemia berat, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan/atau bayinya.
G. Penatalaksanaan Medis.
Tindakan umum :
Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang:
1. Transpalasi sel darah merah.
2. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi.
3. Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
4. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen
5. Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.
6. Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau.
Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) :
1. Anemia defisiensi besi Penatalaksanaan :
a. Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan yang diberikan seperti ikan, daging, telur dan sayur.
b. Pemberian preparat fe
c. Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan
d. Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan.
2. Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12
3. Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral
4. Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah.